Senin, 30 Maret 2009

SMAN 5 Pekanbaru: The First Place Yel-yel Competition Honda DBL Riau Pos 2009, Bintang Arena

29 Maret 2009 31 views 3 Comments

Cheerleader SMAN 5 Pekanbaru, Juara Cheerleader Honda DBL Riau Pos 2009

Cheerleader SMAN 5 Pekanbaru, Juara Cheerleader Honda DBL Riau Pos 2009

Nggak bisa dimungkiri, aksi bala cheer leaders (chers, pemandu sorak) mampu membuat arena pertandingan olahraga sesengit apapun menjadi tontonan menarik. Teriakan mereka mampu memompa semangat para pemain yang udah di puncak kelelahan. Goyang mereka yang energik, meski kadang sedikit centil, sanggup membuat ribuan penonton histeris. Merekalah sang bintang arena sesungguhnya.

Inilah yang ditunggu-tunggu! The Champion Chers Honda DetEksi Basketball League (DBL) tahun ini yakni tim chers dari SMAN 5 Pekanbaru. Mereka keren, super kompak, dan personelnyo jangan ditanya. Keren-keren bo!

Tim ini beranggotakan dua belas personel, yakni Utari, Elsa, Wita, Yulia, Prety, Bella, Irma, Gifo, Jerry, Cici, Nonie dan Ewie. Penampilan mereka sangat memukau pada babak Grand Final DBL 2009, terutama atraksi piramid mereka yang perfect.

Siapa sangka, di balik perfomance mereka yang begitu kompak, tim ini awalnya sempat didera rasa nggak pede. Salah seorang personel, Tiara Rezky yang akhirnya buka rahasia khusus kepada Xpresi.

“Pertama kami pada takut juga melihat atraksi teman-teman chers dari sekolah lain. Tapi kami nggak boleh kalah mental. Justru semakin hebat mereka, maka kami harus lebih hebat lagi,” ujar Tiara yang merupakan leader chers.

Dan, mereka nggak mau larut dalam ke-tidakpede-an. Mereka merombak diri, latihan lebih keras, dan menyempurnakan koreografi dan gerakan.

”Kami latihan tiap hari lho,” kata Tiara lagi.
Dan kerja keras mereka emang berbuah manis. Gelar jawara pun direngkuh. Mereka bilang, inilah pelipur lara karena tim basket putra dari sekolah mereka ternyata gagal masuk ke final pada kompetisi gelaran Riau Pos dan Honda itu.

Bintang Pop Mie

Sukses tim chers mereka ternyata berawal dari iven Pop Mie Chers Leader, tahun lalu. Saat mengikuti iven itu, tim mereka langsung merebut gelar juara 1. “Sejak ikut lomba Chers Pop Mie, kami latihan tiap hari, sampai DBL kemarin,” kenang Tiara.

Terus sekarang masih latihan nggak? Tiara bilang sekarang off dulu karena belum ada iven yang datang. Tapi meski udah nggak latihan lagi, doski ngaku kalau teman-teman pada ingin terus latihan.

“Yang lain pada ingin latihan lagi, tapi kita juga harus mengejar ketinggalan di sekolah saat ini. Emang sih kemarin kami memfosirkan tenaga dan waktu kalau ada iven aja. Tapi syukurlah pengorbanan kami ada hasilnya,” katanya.
Siapa aja yang ada di balik kesuksesan mereka? Ternyata banyak banget. Terutama kepala sekolah, para guru, dan tentu orang tua mereka.
”Tapi tentu yang paling berjasa yakni pelatih kami, pak Budi Wanabe,” ujar Tiara.

Sebagai leader chers SMAN 5 Pekanbaru, Tiara mengaku sedikit kewalahan mengatur teman-teman yang lainnya. “Ngaturnya susah, setiap hari aku mesti olahraga mulut biar didengar,” ucapnya sambil nyengir.
Bocorannya nih, kalau ada salah satu yang datang telat maka akan diberikan sanksi yang tegas. Alhasil yang lain jadi disiplin.

Masuk ICU

Ternyata untuk latihan buat piramid yang sempurna itu nggak gampang lho. Mereka harus latihan berkali-kali. Sampai-sampai saat latihan salah satu personel ada yang mengalami kecelakaan sampai masuk ruang ICU.
“Waktu latihan persiapan pra DBL, teman kami jatuh. Kepalanya terbentur sampai nggak sadarkan diri. Tapi dia nggak kapok dan tetap ikut waktu DBL,” cerita Tiara.

Wah serem juga tuh. Apa ortu nggak marah? “Orang tua kami pada mendukung dengan kegiatan kami ini, jadi nggak ada yang komplain. Paling harus lebih hati-hati aja,” kata doski. Wah, lain kali jangan sampai jatuh lagi ya! (Wido-CCMD)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar